Senin, 14 Januari 2008

Sukses Menurut Saya

Apa Itu Kesuksesan (Bagian II)

Setiap orang pasti mau sukses. Tapi sejauh mana orang berpikir dan mengartikan sukses, memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Banyak yang menganggap sukses itu punya kekayaan, punya uang banyak, punya kekuasaan, punya jabatan dan banyak lagi yang berhubungan dengan materi.

Tapi kalau sukses menurut ukuran saya adalah tercapainya semua hal yang saya inginkan dan rencanakan. Apapun bentuk rencana itu apabila tercapai sesuai dengan apa yang saya inginkan maka saya katakan saya sukses. Walaupun bentuknya bukan materi tapi abstrak.

Misalnya kita memiliki rencana untuk mengajak anak kita pergi jalan-jalan. Pada hari yang direncanakan ternyata tidak terlaksana, maka saya akan mengatakan kalau saya gagal mengajak anak saya untuk berlibur.

Saat ini yang menjadi target sukses saya adalah bagaimana membangun jaringan Dynasis saya agar besar dan menghasilkan income yang cukup lumayan.

Bagaimana caranya?

Dengan mengedukasi member saya untuk bergerak seperti saya bahkan kalau bisa melebihi saya. Dan apabila mereka bisa melebihi saya (baik dalam jumlah jaringan maupun bonus), saya tidak akan kecewa karena saya telah berhasil membentuk mereka menjadi apa yang saya inginkan.

Bagi anda yang ingin mengetahui tips dan trik dalam mencari Downline dan membina jaringan silahkan ikuti terus blog ini.

Salam,
Eka Jo/Fathura

Jumat, 11 Januari 2008

Sukses Menurut Saya

Sebelum anda membaca postingan ini ada hal yang akan saya informasikan, bahwa postingan ini pernah saya muat dalam forum klikvnet.net beberapa waktu yang lalu. Jadi ini hanya pengulangan saja. Tapi bagian ke 2 akan saya tulis beberapa hari lagi. Selamat membaca.

Syarat (tidak mutlak) Untuk Sukses (bagian I)



Ada beberapa syarat untuk sukses:

  1. Jangan pernah mengatakan kalau kita sedang dalam kesusahan. Always Smile, karena jika kita terlihat sedang dalam kesulitan orang tidak akan mau mendekati kita (walaupun sebenarnya kita sedang terlilit hutang).
  2. Penampilan harus selalu rapi. Jika penampilan kita dekil, kucel bin kumel gimana orang bisa mempercayai kita. Ingat: Kesan pertama begitu menggoda.
  3. Sifat kekanak-kanakan sangat besar.
Mungkin banyak orang yang tidak setuju, tapi dari dulu saya tidak pernah menghilangkan sifat kekanak-kanakan saya karena menurut pendapat saya, masa kanak-kanak adalah masa yang paling terindah. Saya akan membahas masalah ini lebih jauh.

Pernahkah kita lihat anak kita (maaf saya baru punya 1 orang anak), yang begitu lucu dan menggemaskan sekaligus ngeselin (hayo yang belum nikah cepetan deh gak usah lama-lama biar cepet ngerasain susah senengnya punya anak). Jika kita perhatikan, mereka begitu lugu, so innocent dan tanpa beban. Mereka tidak perduli seberat apapun masalah yang mereka timbulkan tetap saja mereka bermain ceria.

Begitu juga kita, walaupun kita memilik banyak masalah, tapi jangan pernah menganggap bahwa masalah yang kita hadapi adalah masalah yang terbesar di dunia. Sebab masih banyak lagi masalah yang dihadapi oleh orang lain yang mungkin lebih besar dari yang sedang kita hadapi. Always smile (lihat no 1).

Hidup ini sudah susah jangan ditambah susah. Jika kita memiliki masalah jangan dipikirkan tapi dicari penyelesaiannya. Orang sering termenung akan lebih cepat terlihat tua. Nikmati hidup ini jangan di ambil terlalu pusing dengan masalah yang ada. Ingat: Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umat-Nya.

Masalah tidak akan pernah berhenti mendatangi kita, semakin tinggi pohon semakin besar pula terpaan angin. Setiap kita bisa menyelesaikan masalah, semakin bertambah pula kedewasaan kita.

Sebesar apapun masalah yang kita miliki kita harus berani menghadapi, jangan lari dari kenyataan. Orang yang lari dari kenyataan adalah seorang pengecut. Ada ungkapan, jika kita sudah bisa mengetahui akar permasalahan, berarti 50% masalah kita sudah selesai, tinggal bagaimana kita memilih cara penyelesaian yang baik bagi semuanya.

Hidup tanpa beban merupakan dambaan bagi semua orang. Saya punya tetangga yang usianya lebih dari 60 tahun lebih tapi wajahnya masih seperti usia 40 tahun. Saya tanya apa sih resepnya, ucap beliau hidup tanpa beban, selalu tersenyum, walaupun banyak masalah tapi jangan ditunjukkan kepada orang lain. Memang, setiap hari saya perhatikan beliau selalu bercanda, setiap pertanyaan yang kita ajukan kepad beliau selalu dijawab pertama kali dengan gurauan baru dijawab dengan serius, dan jawabannya tepat apa yang seperti kita inginkan. Menyelesaikan masalah kita.
So, gak usah takut dengan kesuksesan. Karena dengan menjalani hidup kita sudah mendapatkan kesuksesan.

Salam,

Eka Johansjah

End of part One.....

Senin, 31 Desember 2007

Mukaddimah

Banyak member yang merasa tidak bisa menjalankan bisnis Viral Marketing seperti Dynasis ini. Di blog ini saya akan berbagi dengan member dynasis yang masih membutuhkan bantuan dalam menjalankan bisnis seperti ini.

Bagi mereka yang tidak mengetahui apa itu Viral Marketing akan menyangka bahwa Viral Marketing itu sama dengan MLM. Sebenarnya kedua hal tersebut amatlah bertolak belakang. Karena maraknya Bisnis MLM beberapa waktu yang lalu dimana member dijanjikan akan mendapatkan penghasilan berlimpah ruah dari bisnis MLM. Kenyataanny, tidak semua orang bisa menjalankan bisnis MLM karena banyak faktor yang membuat mereka tidak berhasil. Akibatnya banyak dari masyarakat kita menjadi kapok dan alergi mendengar kata MLM.

Kapoknya sebagian masyarakat kita berimbas pada Viral Marketing. Segala hal yang terdengar seperti kata Marketing telah membuat mereka apatis bahkan skeptis.

Sudah menjadi tugas kita yang mengerti apa itu Viral Marketing untuk menjelaskan lebih jauh perbedaan Viral Marketing dengan MLM.

Di Blog ini saya akan ungkapkan perbedaan antar Viral Marketing dengan MLM. Selain itu juga akan ada tulisan penambah semangat yang bisa saja saya kutip dari blog tetangga, media cetak/elektronik, hasil diskusi dan literatur lainnya tanpa menghilangkan narasumbernya.

Salam,
Eka Johansjah/Fathura